Sisa Bara di Teras Ayah menceritakan tentang Pak Usman, seorang guru pensiunan yang dikenal tegas dan disegani, yang tiba-tiba terbaring kritis di ruang ICU. Di sampingnya, Farid, anak bungsunya yang selama bertahun-tahun setia menemani sang ayah, berusaha menahan kepanikan sekaligus menghadapi kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kedatangan Hafidz, anak kedua yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, membawa ketegangan lama yang selama ini dipendam. Sementara itu, Yusuf, anak sulung yang telah lama meninggalkan rumah akibat pertengkaran hebat dengan ayahnya, akhirnya mendapat kabar setelah panggilan berulang dari adiknya dan terpaksa menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari. Pertemuan kembali ketiga bersaudara di rumah sakit menjadi awal terbukanya luka lama dalam keluarga mereka. Harapan Pak Usman yang tinggi terhadap anak-anaknya perlahan berubah menjadi tekanan yang tidak pernah terucapkan secara langsung. Perbandingan di antara saudara, tanggung jawab yang tidak seimbang, serta kebiasaan diam dalam keluarga membuat hubungan mereka semakin renggang tanpa pernah benar-benar disadari. Melalui sudut pandang Farid yang setia dan pendiam, Hafidz yang memikul tanggung jawab besar sebagai penopang keluarga, serta Yusuf yang menyimpan rasa bersalah karena kepergiannya di masa lalu, kisah ini menyingkap dinamika hubungan ayah dan anak yang penuh cinta namun sulit diungkapkan. Di tengah kondisi Pak Usman yang semakin melemah, ketiganya dipaksa menghadapi kenyataan tentang pilihan-pilihan hidup mereka masing-masing serta hubungan yang belum sempat diperbaiki. Kebiasaan Pak Usman merokok kretek di teras rumah menjadi simbol yang terus muncul sepanjang cerita: sebuah metafora tentang harapan yang tersisa sekaligus penyesalan yang belum selesai. Melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang akhir hayat sang ayah, ketiga anaknya perlahan memahami makna kehadiran, tanggung jawab, dan kesempatan yang sering kali baru disadari ketika hampir terlambat. Novel ini menghadirkan kisah keluarga yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia, tentang hubungan orang tua dan anak, harapan yang tidak selalu tersampaikan dengan baik, serta upaya memahami kembali arti pulang sebelum semuanya benar-benar berakhir.
- Judul : Sisa Bara Di Teras Ayah
- Penulis : Reffi Bahrizal
- Kondisi : Baru
- Kategori : Novel/Novelet
- Ukuran Buku : A5 (14,8 cm x 21 cm)
- Berat Buku : 223 gram
- Jumlah Halaman : 123
- Penerbit : PT Nyala Masadepan Indonesia
- Waktu Preorder : 14 hari
Buku-buku pesanan Anda yang sedang tidak tersedia (stok produk fisik habis), membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari hingga siap kirim ke alamat pemesanan. Setiap update proses pesanan, Anda akan menerima informasi melalui Email.